26 November 2007

kami

Aku menjatuhkan diri berulangkali
kepangkuanmu...
kepelukanmu...
mencoba bermanja dengan segala kecakapanmu
dan aku mulai terbiasa dengan keadaan ini
sepertinya aku sudah menemukan
rumus kimia yang akan secara perlahan
membuatku tenang dengan segala adiktifnya
iya...
secara pasti aku larut dalam dirinya
aku luruh didalam jiwanya
aku menyatu dengan auranya


Keperakan senja berulangkali
membiaskan sinar matanya
dan aku...
masih didalamnya dan menyatu dengan pikirannya
aku disini
kau disana
bagiku bukan perbedaan jarak tempuh
dan waktu yang mampu memisahkan kita
bagiku bukan matahari milik siapa
yang akan terbenam untuk pertama kalinya
bukan bulan milik siapa yang akan muncul
di tepi barat bersama bintang

aku memilikimu
engkau memilikiku
kami satu...
kami satu...
kami satu...
sekumpulan jiwa yang menyatu...
sekumpulan hasrat yang berpadu
aku...
kamu...
saling memiliki

'post lengkapnya'

kami bertemu kembali

Ia kemudian berdiri
Menghadapkan mukanya kearahku
Kemudian ia berkata:
Apa yang kau lakukan disini?
Purnama juga belum datang
Langit pun masih terang...
Aku membisu
Tapi kemudian aku berkata:
Langit bukan batasan untuk aku bisa bertemu denganmu
Purnama bukan ikatan perjanjian diriku dengan dirimu
Langit mendukungku
Dan purnama menjamahku

Ada kuasa Tuhan di tanganku
Yang direlakan dirinya untuk kumiliki
Suatu kekuatan untuk menemuimu
Dengan cepat dan tanpa kau kira

Aku bergantian berdiri
Ia menengadahkan kepalanya
Hingga arus deras nafasnya
Terasa wangi dihidungku
Aku menciumnya secara perlahan
Kami berpagutan
Seraya berpelukan
Aku takkan melepaskanmu
Kau berkata
Aku tak ingin kehilanganmu
Aku berkata

'post lengkapnya'

aku, kamu dan anggapan kita

Engkau menganggap
ini sebagai kutukan
ketika kaki kanan
dan kaki kiri
terantuk batu
padahal kau tidak lengah
kau tidak melamun
tapi sebagai ucapan
terima kasih
kepada Tuhan
karena kita telah dipertemukan
diberi kesempatan untuk berjumpa
di malam bulan purnama
bulan kelima
tahun iniAku menganggap itu
sebuah hadiah ulang tahun
yang tak ternilai harganya
menorehkan luka pengalaman
yang takkan terlupa
menggores urat nadi
dan turut serta
menghancurkan
lapis demi lapis kepercayaan
kepada Tuhan..

Engkau menganggap itu sebagai cacian
dari segala
pengorbanan
yang tercipta
dalam helaan nafas yang tersisa

Aku menganggap itulah cinta
cinta kamu seutuhnya.

'post lengkapnya'

21 November 2007

membawa aku

berpendar cahaya buatan diatas kepalaku
menyusut
mengerut dan kemudian menghilang di esok hari...
aku sejenak memusingkan kepala
menunjukkan kengerian yang teramat dalam
aku merindukanmu..
sepasang alis tebal yang mampu meluluhkan
setiap sendi dalam tubuhku
yang mampu menebal otot dan syarafku
dan mampu membekukan darah dalam otakku
ia kemudian mengalir
membasahi sepanjang perjalanan yang mengukir cahaya itu sendiri..
cahaya itu kemudian berpendar sekali lagi
mengisi ruang-ruang gelap di jiwa
mengisi kekosongan hidup yang mendua
ia membawa aku...

'post lengkapnya'

ke arah cahaya

mendung tipis berarak jingga
ia tersenyum manis di kala itu
senyum yang belum pernah kulihat selama ini
kemarin ia bilang akan pergi
dengan sayapnya yang patah ia meyakinkanku
sungguh aku akan berusaha terbang tanpamu
mengendali awan
mengendali hujan dan rasa penasaran
malam ini terus berpikir..
memeluk lelahku dengan sedikit kecupan kening
ia memalingkan mukanya
sungguh....sayapku ini sudah patah sedemikian lama
dan aku sudah terbiasa memakainya
kuharap engkau tak memakiku
yang sudah terlalu lama mematahkan sayapku sendiri
atas kebodohan dan kepicikan orang lain
aku dungu
aku bodoh
tapi apakah semuanya akan mengembalikan
setiap inci dari buluku yang terburai
setiap inci yang menelisik kegelian urat syaraf?

ia terisak
merunuti sebab demi sebab yang mengakibat ini
waktu demi waktu yang ia siakan dulu
aku menyayangimu..sungguh aku berharap
kau menuntunku kembali
ke arah cahaya

'post lengkapnya'

02 November 2007

aku ingin mencumbumu

Aku ingin mencumbumu
untuk terakhir kalinya
ketika senja keperakan mengalir membawa malam
aku tak ingin melukaimu sayang
sejauh aku mencintaimu
sedalam aku menyayangimu
kepastian akan luka sebelumnya
menangguhkan langkahku
melumpuhkan lidahku
untuk berucap sayang padamuAku ingin mengenangmu
seperti bayangan akan tempat asalnya
aku tak ingin mencintaimu lebih jauh sayang
sejauh aku merelakanmu
sedalam aku melupakanmu
kepastian akan luka sebelumnya
menangguhkan semangatku
melumpuhkan imagiku
untuk berucap benci padamu

'post lengkapnya'

sepi

Seperti sepi ia menggeliat manja
ia menyuruhku untuk mengingat kembali
"kau begitu mudah untuk melupakanku"
ia berlalu
ia datang kembali

ahhh...bukan saatnya engkau disini jingga
bukan juga saatnya engkau menyambutku untuk kembali
aku memang begitu mudah untuk melupakanmu
seperti dulu
seperti yang akan datang

'post lengkapnya'

beda

Suatu cara untuk melupakanmu
adalah
aku
takkan pergi
aku takkan mati
tapi mendekat padamu lagi
menyusuri relung-relung hati
yang dulu tersia
yang dulu terluka
tapi
(aku takkan menggunakan kata tapi lagi!)


suatu cara untuk melupakanmu
adalah
aku
akan mencoba
menyayangimu kembali
menelusuri jejak-jejak hati
yang dulu terabaikan
yang dulu terlupakan

aku kemudian hanya mensyukuri
aku telah dipertemukan denganmu
aku telah diberi kesempatan untuk mendekat padamu

aku mensyukuri pertemuan-pertemuan kita
aku mensyukuri pertengkaran kita
aku mensyukuri bahwa kau pernah singgah di hati

'post lengkapnya'

menyatu

Aku ingin menyatu denganmu

dengan segala perbedaan yang ada pada dirimu

'post lengkapnya'

hei begitu cepat

malam ini begitu sendu,
ungu, tapi tanpa kelabu
ia menggelayut manja di pundakku
dan berharap aku takkan pernah
tinggalkannya lagi

ia tersenyum,
kemudian mengangguk setuju
"hei,,kau pernah berjanji padaku bukan?
kenapa kau begitu cepat datang kekotaku
ini" kataku...
hihihi ia menyungging senyum
dengan mata sipitnya itu,,
lalu ia berbisik
"aku tak tahan menunggu purnama tiba,
cinta,,

malam lain aku temukan senyumnya lagi
manis,dan ia menyipitkan matanya lagi

'post lengkapnya'

hei begitu cepat 2

hihihi kau tersenyum
dan menyipitkan matamu
malam ini auramu begitu menyejukkan aku
hingga aku salah tingkah karena ulahmu,,
hei kenapa kau begitu cepat datang?
suatu pertemuan yang mengejutkan akal
dan syarafku
bisa gila aku dibuatmu..
setengah purnama kau tiba
tapi aku mohon jangan kau pergi"..pintaku
ya,,aku rasa aku bisa mengabulkan
permintaanmu,,katamu

kumohon,,kau terlalu banyak terbang
mengelilingi hiruk pikuk dunia
dan aku,,tak pernah menyenangi kau
berbuat seperti itu,,
aku tak suka keramaian tapi akupun juga
tak biasa dengan kesunyian,,
pecundangpecundang itu memanfaatkanmu
memanfaatkan cinta kita
hei,,aku harap kau sudi mendengarkanku
hihihii
lagi lagi kau hanya bisa tertawa
dasar kau,,kupukupu manisku...

'post lengkapnya'

sayap biru

Aku berulangkali jatuh cinta pada matamu
tempat berkumpul malaikat bersayap biru
"
ingin kukecup matamu sambil berbisik
"tidak ada yang sanggup
meluluhlantakkan gelisah selain dirimu

'post lengkapnya'

utuh

Aku banyak sekali merokok hari ini
ya...hanya untuk mengenangmu
dan meraba bayang tentang dirimu sekarang
setiap asap yang melengkungkan senyumanmu
setiap bara yang menggambarkan tubuhmu
utuh...
semua hanya untuk sekedar
mengenangmu...
mengingatmu...
dan kembali...
mencintaimu.

'post lengkapnya'

kerjap

Kerjap jingga mengudara
menguasai seluruh wilayah hati
ia mengaduk-ngaduk keadaan yang fana
kemudian melepaskannya ke udara
ia mengadu padaku

apakah ia mencintaiku
atau sekedar ingin menikmati wangi tubuhnya
aku tidak menjawab
tapi aku meyakinkan dia
bahwa wangi tubuhnya serasa dupa
ia menarik hantu-hantu penasaran yang ada didalam tubuhmu
ia mencoba melepaskan peri-peri kesepian dalam hatiku
aku kemudian meyakinkannya lagi
ia jingga
aku senja

'post lengkapnya'

mata biru

Ia
malaikat kecil itu mengelilingiku
berdoa
dan menghilang untukku
tahta resahku
bukanlah ukuran yang pasti
ia tahu diriku
tapi
malaikat lain memelukku di sudut kota
bersayap ungu
dan bermata biru

'post lengkapnya'

ia

ia setitik cahaya
ia seberkas sinar yang menelusup di jendela kamarku pada pagi hari
ia setitik embun yang menghilangkan dahaga
ia adalah ia

ia kemudian berlari, menghampiriku dan meratap dan pergi dariku
ia, aku kini bimbang
penelurusan jati diri ia, aku masih tetap berlanjut hingga kini
ia, aku kini terjebak
di persimpangan empat arah yang condong menuju senja
ia, aku seharusnya mengerti
cinta ia, cinta aku
seharusnya bisa saling melengkapi
seperti senja, ia terus berharap melalui timur ufuk mentari untuk bertemu denganku
aku meracau
ia memanggilku
hey, sepertinya sayapmu mulai terbakar sayang
ya, sayapku mulai terbakar tapi bukankah itu yang Tuhan inginkan?
sayapku terbakar, hangus sepertiganya
bumi memeluk tubuhku
aku hingggap di lembah yang sunyi
terjebak kerumunan para pecundang
aku hinggap
terjerumus
ia setitik cahaya
ia seberkas sinar yang menelusup di jendela kamarku pada pagi hari
ia setitik embun yang menghilangkan dahaga
ia adalah ia

ia menarikku kembali
menelusupkan tangannya ke dadaku
ia
sepenuhnya menaruh jantungnya di samping jantungku.......
ia meracau
dan aku memanggilnya..

'post lengkapnya'

kembali

aku melihat
seorang gadis tertawa kepadaku
sambil menunjuk-nunjuk alisku
ia berkata: itu adalah alis terlucu yang pernah ia lihat, tak pernah ia melihat alis seperti itu
tapi sejenak kemudian
ia terdiam..(seperti mengagumi sesuatu..)
setidaknya aku pernah melihat alis lucumu itu sekali lagi
dan sekali lagi..
aku pastikan merindukannya
bulan setengah redup malam itu
gadis itu perlahan menghampiri dan ia berbisik:

"aku akan kembali pada malam purnama bulan kelima tahun ini"

ia meyakinkanku,percayalah
aku merindukan alismu..
rontoknya bulu-bulu matamu karena rindu
kerjap bintang matamu..
desah hangat hidungmu..
dan kegalauan ..
saat kau jauh dariku...

"ingat..aku akan kembali
pada malam purnama
bulan kelima
tahun ini..."

'post lengkapnya'

masih

ehmm pagi ini aku masih terjaga
sambil menyusuri jejakjejak kita
satu persatu
fotofotomu hasil jepretanku
pesanpesan singkat
pesanpesan elektronik
ucapan ulangtahun
dan beberapa catatan kecil dengan
tulisan tanganmu

aku menyusuri satu persatu..
aku mulai sayang padamu
mengalir
dan tanpa kupaksakan hal itu ada

semua ada sejak dulu
tapi..
aku tak menyadarinya
dan mungkin
kaupun tak menyadarinya

kompiku masih menyala
sebenarnya aku ingin menyelesaikan
pekerjaanku
tapi aku ingat padamu
ingat akan ejekanmu
ingat akan betapa narsisnya dirimu
hahahahha
rasanya ingin kudorong kepalamu
saat kau mengejekku

aku masih terjaga
aku masih ingin meyusuri jejakjejak itu
menikmati mentari sendiri
di ruangan sempit ini

'post lengkapnya'

barat - timur

lihat matahari itu
terik bukan
lalu kau tanyakan
alasanku mencintaimu
aku bilang
karena kau adalah inspirasiku
tapi kau
rasa itu semua bohong
itu semua palsu
tapi aku tak mau membantah itu
bukan kata yang ingin aku ungkapkan
tapi waktu yang akan membuktikan
sejarah kita pertama kali bertemu
kita berjumpa dalam suasana oranye
dalam keremangan yang abu-abu
aku pikir bukan saatnya membantah antara
itu benar atau salah
itu asli atau palsu
bukan saatnya itu sayang,,
kamu tahu
berapa kali namamu kusebut dalam setiap
doa-doaku?
berapa kali namamu kuhela dalam setiap
desah nafasku?
berapa kali bayanganmu menyelinap ketika
aku terjaga?
semua itu rasa cintaku sayang..
dan aku takkan menyiakanmu
bukan karena aku di timur
dan engkau di barat
karena matahari kita satu
bulan kita satu

'post lengkapnya'

kerdip

aku tak kuasa memejamkan mata
silau
bayangan awan
bayangan hujan
bayangan hitam berbentuk kamu
menyelinap
hinggap
tertegun
menatapku
"aku sendirian disini, sayang"bulan malam ini begitu terik
lalu kau mengerdip manja
aku tak kuasa pejamkan mataku
sekali lagi
berharihari
bermingguminggu
tak kuasa menahan kerdipan matamu
sedih
tak bisa menggapaimu
sendu
tak bisa memelukmu
rapuh
tak bisa kau kusentuh
tapi aku tahu
hari ini
hari esok
minggu esok
aku tetap menunggu
kerdipan matamu
kembali...

'post lengkapnya'

seperti biasa

seperti biasa aku berlari
mengejar bayangmu, tiada henti
senja, jingga
tak perduli kemana kau pergi
seperti langit yang diperdaya
dan kemudian aku runtuhkan hingga berkepingkeping
seperti patahan sayap
mengudara
aku bergerak dari timur
hingga barat
seperti udara
yang menyajikan kecanduan yang amat sangat tinggi
ia mengudara
walaupun sayapnya terbuat dari kayu dan serpihan sisik naga
aku
kamu
ia
atau siapapun
aku mengenalmu
aku merindukanmu
diantara senja dan jingga
diantara lelap dan terjaga

'post lengkapnya'

aku terbakar sekali lagi

semua terbakar
kecuali jemariku
aku menyentuhmu
membelaimu
aku terbakar
hangus
tapi tidak jemariku
aku mengusapmu
"jangan kau menangis,sayang..
setidaknya kau bahagia,,
dunia akan hampa kalau hanya satu warna,
matahari akan terlalu lelah
jika bulan tak menemani,
awan tak akan sedemikian gembiranya
kalau hujan tak mengasihi
aku,
kamu,
memang berbeda
aku tahu dan sadar akan itu
aku di timur
kau di barat
kau senja
aku jingga..

'post lengkapnya'