02 November 2007

ia

ia setitik cahaya
ia seberkas sinar yang menelusup di jendela kamarku pada pagi hari
ia setitik embun yang menghilangkan dahaga
ia adalah ia

ia kemudian berlari, menghampiriku dan meratap dan pergi dariku
ia, aku kini bimbang
penelurusan jati diri ia, aku masih tetap berlanjut hingga kini
ia, aku kini terjebak
di persimpangan empat arah yang condong menuju senja
ia, aku seharusnya mengerti
cinta ia, cinta aku
seharusnya bisa saling melengkapi
seperti senja, ia terus berharap melalui timur ufuk mentari untuk bertemu denganku
aku meracau
ia memanggilku
hey, sepertinya sayapmu mulai terbakar sayang
ya, sayapku mulai terbakar tapi bukankah itu yang Tuhan inginkan?
sayapku terbakar, hangus sepertiganya
bumi memeluk tubuhku
aku hingggap di lembah yang sunyi
terjebak kerumunan para pecundang
aku hinggap
terjerumus
ia setitik cahaya
ia seberkas sinar yang menelusup di jendela kamarku pada pagi hari
ia setitik embun yang menghilangkan dahaga
ia adalah ia

ia menarikku kembali
menelusupkan tangannya ke dadaku
ia
sepenuhnya menaruh jantungnya di samping jantungku.......
ia meracau
dan aku memanggilnya..

Posting Berdasarkan Kategori:



0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar..