21 November 2007

ke arah cahaya

mendung tipis berarak jingga
ia tersenyum manis di kala itu
senyum yang belum pernah kulihat selama ini
kemarin ia bilang akan pergi
dengan sayapnya yang patah ia meyakinkanku
sungguh aku akan berusaha terbang tanpamu
mengendali awan
mengendali hujan dan rasa penasaran
malam ini terus berpikir..
memeluk lelahku dengan sedikit kecupan kening
ia memalingkan mukanya
sungguh....sayapku ini sudah patah sedemikian lama
dan aku sudah terbiasa memakainya
kuharap engkau tak memakiku
yang sudah terlalu lama mematahkan sayapku sendiri
atas kebodohan dan kepicikan orang lain
aku dungu
aku bodoh
tapi apakah semuanya akan mengembalikan
setiap inci dari buluku yang terburai
setiap inci yang menelisik kegelian urat syaraf?

ia terisak
merunuti sebab demi sebab yang mengakibat ini
waktu demi waktu yang ia siakan dulu
aku menyayangimu..sungguh aku berharap
kau menuntunku kembali
ke arah cahaya

Posting Berdasarkan Kategori:



0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar..