04 May 2008

berbisik dan menggumam

meramalkan masa depan itu sulit
seperti endapan sisa tongseng¹ yang melilit
seperti perpisahan yang enggan aku utarakan
seperti kebencian yang merusakkan

ia perlahan berbisik dan menggumam
aku akan senantiasa merindukanmu kasihku
selayak dulu kita bercinta dan mengunyah rempeyek² yang renyah
merangsek rindu yang tertunda
dan merencanakan percintaan yang bersahaja

aku masih duduk di selasar ruang tamu
berdiam diri, menikmati orang lalu lalang dirumahmu
ingin seperti dulu, memeluk dirimu di tempat tidur
seraya menciumi kening dan pipimu
"ahh sayang risih" kamu setengah berbisik
sudahlah aku hanya sekedar menikmati aroma tubuhmu
setelah aku lelah seharian

ahh pada saat ini pikiranku mulai disatroni
sepenggal kejadian insensatez³

“Kenapa? Kamu sudah mulai merasa bosan?”
Ditekannya kepalaku ke sandaran sofa.
“Katakanlah, apakah aku telah membuatmu bosan?”
Suaranya seperti ciuman yang mengharapkan balasan.

Tidak. Aku tidak bosan.
Aku hanya merasa ada yang tak kunjung aku fahami.
Entahlah…
“Aku ngerti,
kamu mulai berfikir bagaimana caranya meninggalkan aku!”









soundtrack puisi ini...
Barbara Streisand & Bryan Adams - I Finally Found Someone
Babyface - Everytime I Close My Eyes
Anggun - Still Reminds Me
The Titans - Bukan Aku
Minoru - Merindukanmu
Wali - Dik
Tompi - Sedari Dulu

Posting Berdasarkan Kategori:



0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar..